DLH Indramayu Gelar Lomba Kebersihan: 31 Desa dan Kelurahan Bersatu untuk Lingkungan Bersih
Pengantar: Gerakan Bersih dari Desa untuk Indonesia Hijau
Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu menggelar Lomba Kebersihan Desa dan Kelurahan tahun 2025.
Kegiatan ini melibatkan 31 desa dan kelurahan dari berbagai kecamatan di Indramayu yang siap menunjukkan kepedulian dan kreativitasnya dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing.
Tak sekadar lomba, kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan warga — dari perangkat desa, karang taruna, hingga kelompok ibu-ibu PKK — untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Indramayu.
Tujuan dan Harapan di Balik Lomba Kebersihan
Lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga gerakan perubahan perilaku. DLH Indramayu ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan dimulai dari rumah sendiri.
Tujuan Utama:
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
- Meningkatkan kepedulian desa dan kelurahan terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
- Menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan berkelanjutan.
- Menggali kreativitas masyarakat dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai guna.
DLH berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun budaya bersih yang berkesinambungan.
Kriteria Penilaian Lomba
Agar penilaian berjalan objektif dan mendidik, DLH Indramayu menetapkan beberapa kriteria utama yang akan menjadi dasar penilaian lomba.
| No | Kriteria Penilaian | Bobot Penilaian | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Kebersihan jalan dan fasilitas umum | 30% | Meliputi trotoar, drainase, pasar, dan taman |
| 2 | Pengelolaan sampah | 25% | Pemilahan sampah organik dan anorganik |
| 3 | Ruang hijau dan taman desa | 20% | Keindahan, kerapian, dan keberlanjutan |
| 4 | Partisipasi masyarakat | 15% | Gotong royong dan inovasi lokal |
| 5 | Edukasi lingkungan | 10% | Kegiatan edukatif untuk anak dan warga |
Penilaian dilakukan oleh tim gabungan DLH, akademisi, dan pegiat lingkungan. Proses evaluasi dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Desember 2025.
Dukungan dan Semangat Warga
Antusiasme warga terlihat jelas. Sejumlah desa mulai mempercantik wilayahnya, menanam bunga di pinggir jalan, mengecat pagar, hingga membuat taman vertikal dari bahan daur ulang.
Beberapa desa bahkan mengadakan lomba kecil antar-RT sebagai bagian dari persiapan lomba utama.
“Kami ingin lingkungan kami jadi contoh bagi desa lain. Menjaga kebersihan itu bukan tugas pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama,” ujar salah satu kepala desa peserta lomba.
Dampak Positif Lomba Kebersihan
Lomba ini menumbuhkan dampak nyata, di antaranya:
- Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih.
- Berkurangnya volume sampah di tempat pembuangan sementara (TPS).
- Terciptanya ruang hijau baru di wilayah desa dan kelurahan.
- Munculnya inovasi kreatif, seperti bank sampah dan taman edukatif.
Selain manfaat lingkungan, lomba ini juga meningkatkan hubungan sosial warga. Gotong royong, tawa, dan kerja sama kembali hidup di tengah masyarakat.
Penghargaan dan Harapan ke Depan
Pemenang lomba kebersihan akan diumumkan pada awal Januari 2026 dalam acara Indramayu Bersih Award.
DLH akan memberikan penghargaan berupa piagam, uang pembinaan, dan fasilitas pendukung lingkungan, seperti tong sampah terpilah dan bibit tanaman hias.
DLH juga berkomitmen menjadikan lomba ini sebagai agenda tahunan, sejalan dengan visi “Indramayu Bermartabat, Bersih, dan Hijau”.
