Cirebon Go Online

Onlinekan Cirebon Lebih Maju | UMKM Cirebon Go Online, UKM Cirebon go Digital, Kabar Cirebon Online, Cirebon Hari ini, UMKM Cirebon, UKM Cirebon, Sejarah Cirebon, Biografi Pengusaha Cirebon, Wisata Cirebon, Cirebon Go Online, Online Shop Cirebon, Pemerintahan Cirebon Kabupaten, Kotamadya Cirebon, Direktori Bisnis di Cirebon, Direktori Usaha di Cirebon

Mengenal Supplier : Pengertian, Jenis dan Perannya

dalam bidang usaha seperti jual beli atau yang lain kita sering mendengar kata Supplier, Namun apa itu Supplier, jenis-jenisnya bahkan peran dari supplier itu seperti apa? kita akan akan membahasnya dalam artikel ini. simak pembahasan berikut.

ilustrasi Supplier

Pengertian Supplier

Dari segi bahasa supplier adalah pemasok, berbeda dengan distributor. Istilah kedua tersebut seringkali disamakan, padahal jika melihat dari perannya, keduanya mempunyai tugas yang berbeda. Distributor hanya fokus terhadap penyaluran dan penjualan produk kepada pengecer sehingga sampai kepada konsumen akhir.

Sementara untuk supplier, menyediakan produk dalam bentuk bahan baku mentah. Bahan baku ini nantinya akan diolah oleh produsen untuk menjadi barang jadi atau siap jual.

Secara umum, pengertian supplier adalah seseorang atau suatu perusahaan yang berperan untuk memasok dan menjual sumber daya dalam bentuk bahan mentah kepada pihak lain untuk diolah menjadi suatu produk atau jasa tertentu.

Misalnya pemasok kain yang menjual bahan kain dalam jumlah besar kepada perusahaan tertentu untuk diolah menjadi pakaian.

setelah mengetahui pengertian supplier kita akan membahas jenis-jenis supplier.

Jenis-jenis Supplier

setidaknya ada 2 jenis supllier yaitu sebagai berikut

1. Supplier Barang

Sesuai namanya, jenis supplier yang satu ini bertanggung jawab untuk menyuplai barang, terutama bahan baku produksi ke perusahaan yang bertindak sebagai produsen.

Contoh supplier barang adalah pemasok kertas untuk industri percetakan, pemasok tebu untuk produsen gula, dan sebagainya.

Lebih jauh lagi, supplier barang pun sebetulnya terbagi ke dalam dua jenis, yaitu vendor yang menyediakan fabricated product serta non-fabricated product.

Produk fabrikasi atau fabricated product merupakan produk-produk yang perlu diolah terlebih dahulu oleh pemasok sebelum dikirimkan kepada pemesan barang. 

Biasanya, barang setengah jadi tersebut diubah menjadi produk jadi oleh pemesan, dalam hal ini biasanya produsen produk jadi.

Baca Juga:  Ini adalah 10 Media Sosial yang Sering Digunakan di Indonesia Bahkan Dunia

Pemasok yang termasuk ke dalam vendor fabricated product, misalnya pemasok serat wol dan nilon untuk pabrik kain. Nah, produsen kain pun nantinya mungkin bertindak sebagai pemasok produk fabrikasi jika menyuplai kain untuk pabrik baju.

Sementara itu, non-fabricated product supplier bertanggung jawab untuk menyuplai bahan-bahan yang tidak perlu melalui proses terlebih dahulu seperti pemasok kayu untuk produsen furnitur.

2. Supplier Jasa

Pemasok jasa sebetulnya mungkin saja membuat produk, tetapi yang komoditas utamanya merupakan layanan. Belakangan ini kita makin banyak menemukan contoh supplier jasa.

Sebut saja, penyedia jasa aplikasi kasir online atau POS system atau aplikasi akuntansi. Pasar bagi pemasok ini tentu saja pemilik usaha yang membutuhkan kemudahan dalam pengelolaan bisnisnya.

kemudian setelah mengetahui jenis-jenis supplier kita akan membahas peran dari supplier

Peran Supplier

peran supplier yaitu antara lain:

Memastikan ketersediaan bahan baku

Pihak pemasok harus selalu bertanggung jawab dalam ketersediaan bahan baku sebelum sampai ke tangan badan usaha manufaktur yang membutuhkan bahan baku tersebut. Pastikanlah bahwa bahan baku cukup tersedia sesuai dengan kebutuhan yang pelanggan minta. 

selain itu, Anda dapat meningkatkan efisiensi operasional bisnis manufaktur dengan proses manufaktur yang flexible dan cost-efficient dengan program manufaktur terbaik. karena dalam penghitungan stok dan penggunaan material, software ini memiliki tingkat keakuratan yang tinggi.

Menjaga proses produksi bahan baku

Menjaga proses aktivitas produksi bahan baku juga merupakan hal yang penting, karena hal ini berkaitan dengan hasil kualitas dari bahan tersebut. Pastikan bahwa proses produk berjalan dengan lancar dan bahan selalu tersedia agar pasokan tidak berhenti begitu saja. 

Mengontrol kualitas bahan baku

Selain menjaga proses produk, pihak pemasok juga harus mengontrol kualitas bahan sebelum mengirimkannya kepada pihak perusahaan. 

Baca Juga:  Menjadi Agen JNE di Cirebon : Cara, Syarat dan Biaya yang di butuhkan

Menjaga kualitas produk yang baik dapat mempertahankan hubungan yang baik dengan pelanggan agar terus selalu mempercayai Anda. 

Mengatur penyimpanan bahan baku

Tugas supplier selanjutnya adalah mengatur penyimpanan barang selama produk tersebut belum mereka kirimkan ke produsen. Pemasok harus memastikan bahwa bahan baku tersimpan dengan aman agar tidak merugikan produsen dan klien.

Mengatur proses pengiriman bahan baku

Tugas pemasok selanjutnya adalah setelah memastikan bahwa kualitas bahan sudah baik, maka pastikan penyimpanan barang dengan kondisi yang baik selama produk tersebut belum terkirim. 

Setelah memastikan bahwa semuanya berjalan dengan lancar, pemasok mengirimkan produk ke pihak perusahaan yang sudah mereka atur sesuai dengan kesepakatan.

Proses waktu pengiriman juga harus terlaksana sesuai dengan waktu kesepakatan, hal ini berkaitan dengan kepercayaan dan kepuasaan pelanggan. 

Memastikan bahan telah diterima dengan baik oleh produsen

Tugas terakhir adalah memastikan bahwa setelah pengiriman, bahan baku yang telah sampai sesuai dengan kesepakatan. Selain itu, pastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik, mulai dari jumlah bahan baku hingga kualitas produk.

itulah beberapa pembahasan pada artikel kali ini. semoga bermanfaat

Tags

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.